Rabu, 25 Januari 2012

PROSES ORGANISASI


Setelah kita mempelajari mengenai definisi organisasi, berbagai jenis dan tipe organisasi dan konflik yang terjadi ketika berorganisasi. Maka saat nya sekarang kita mengenal dan mempelajari proses apa aja sih yang ada di dalam organisasi….
Biar lebih jelas simak bacaan dibawah ini yaaahhh ^^..
Proses organisasi terbagi menjadi dua bagian, yaitu proses mempengaruhi dan proses pengambilan keputusan. Kita bahas satu – satu yahh ^^..
1.       

  •    Proses Mempengaruhi
·          Pengertian pengaruh
Pengaruh adalah kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.
·         Elemen-elemen proses mempengaruhi :
-          Orang yang mempengaruhi (0)
-          Metode mempengaruhi ()
-          Orang yang dipengaruhi (p)
Jadi proses mempengaruhi : 0 p
·         Metode mempengaruhi
-          Kekuatan fisik
-          Penggunaan sanksi (positif/negatif)
-          Keahlian
-          Kharisma (daya tarik)
·         Daerah pengaruh
Daerah pengaruh mencakup hubungan – hubungan :
-          Antara perseorangan
-          Kelompok dengan seseorang
-          Seseorang dengan kelompok
·         Hubungan antara kekuasaan dan pengaruh
-          Analisis French-Raven
-          Analisis Etzioni
-          Analisis Nisbel


  • Proses pengambilan Keputusan
 
Proses pengambiln keputusan dalam organisasi  ialah kumpulan yang terdiri dari beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama, didalam organisasi rentan terjadinya selisih pendapat begitu juga keputusan dalam mengambil sikap, dapat diartikan cara organisasi dalam pengambilan keputusan. Terdapat 4 metode bagaimana cara organisasi dalam pengambilan keputusan, ke 4 metode tersebut adalah : yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus).
a)      Kewenangan Tanpa Diskusi

Biasanya metode ini sering dilakukan oleh para pemimpin yang terkesan militer. Mempunyai beberapa keuntungan jika seorang pemimpin menggunakan metode ini dalam pengambilan keputusan, yaitu cepat, maksudnya seorang pemimpin mempunyai keputusan ketika oraganisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menentukan atau memutuskan kebijakan apa yang harus diambil. Tetapi apabila metode ini sering dipakai oleh pemimpin akan memicu rasa kurang kepercayaan para anggota organisasi tersebut terhadap kebijakan yang telah diambil oleh pemimpin tanpa melibatkan para anggota yang lainnya dalam perumusan pengambilan keputusan.

b)      Pendapat Ahli

Kemampuan setiap orang berbeda-beda, ada yang berkemampuan dalam hal politik, pangan, tekhnologi dan lain-lain, sangat beruntung jika dalam sebuah organisasi terdapat orang ahli yang kebetulan hal tersebut sedang dalam proses untuk diambil keputusan, pendapat seorang ahli yang berkopeten dalam bidangnya tersebut juga sangart membantu untuk pengambilan keputusan dalam organisasi.

c)       Kewenangan Setelah Diskusi

Metode ini hampir sama dengan metode yang pertama, tapi perbedaannya terletak pada lebih bijaknya pemimpin yang menggunakan metode ini disbanding metode yang pertama, maksudnya sang pemimpin selalu mempertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota organiasi dalam proses pengambilan keputusan. Terdapat kelemahan didalam metode ini, setiap anggota akan besaing untuk mempengaruhi pemimpin bahwa pendapatnya yang lebih perlu diperhatikan dan dipertimbangkan yang ditakutkan pendapat anggota tersebut hanya mamberikan nilai positif untuk dirinya dan merugikan anggota organisasi yang lain.

d)      Kesepakatan

Dalam Metode ini, sebuah keputusan akan diambil atau disetujui jika didalam proses pengambilan keputusan telah disepakati oleh semua anggota organisasi, secara transparan apa tujuan, keuntungan bagi setiap anggota sehingga semua anggota setuju dengan keputusan tersebut. Negara yang demokratis biasanya akan menggunakan metode ini. Tetapi metode seperti ini tidak dapat berguna didalam keadaan situasi dan kondisi yang mendesak atau darurat disaat sebuah organisasi dituntut cepat dalam memberikan sebuah keputusan.
Keempat metode-metode diatas ialah hasil menurut Adler dan Rodman, satu sama lainnya tidak dapat dikatakan  metode satu terbaik yang digunakan dibanding metode yang lainnya, dapat dikatakan efektif jika metode yang mana yang paling cocok digunakan dalam keadaan dan situasi yang sesuai.


Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar